33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeBeritaPencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 Dihentikan, Ini Alasannya

Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 Dihentikan, Ini Alasannya

Basarnas menghentikan operasi penyelaman untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang masih berada di dalam kapal setelah memasuki hari ke-21, Sabtu, 3 Oktober 2026. Keputusan itu diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi jasad korban telah berubah dan struktur kapal semakin tidak stabil, sehingga pencarian bawah air dinilai tidak lagi efektif serta membahayakan penyelam.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, kondisi korban pada awal operasi masih memungkinkan untuk dievakuasi dari dalam kapal dan diterima di permukaan laut oleh tim. Namun, situasi tersebut berubah seiring berjalannya waktu dan perubahan struktur kapal yang terjadi sejak hari pertama pencarian.

“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.

Penyelaman dinilai tidak lagi efektif

Menurut Syafii, korban yang sebelumnya dapat naik ke permukaan setelah dikeluarkan dari badan kapal kini berisiko terurai ketika dievakuasi. Perubahan itu menjadi salah satu alasan utama Basarnas menghentikan operasi underwater dalam kondisi sekarang.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujarnya.

Basarnas menyebut kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan. Dalam tiga hari terakhir, tim tidak kembali menemukan korban. Meski demikian, masih ada bagian kapal yang belum tersentuh penyelam, termasuk lambung kiri. Kondisi bagian dalam dan badan kapal yang sangat labil membuat penyelaman lanjutan dinilai berisiko bagi keselamatan tim.

Syafii berharap proses salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik KM Virgo Transport 8 dapat segera dilaksanakan. Pengangkatan kapal diperlukan untuk memastikan apakah korban yang belum ditemukan masih berada di dalam badan kapal. Jika kapal berhasil diangkat dari dasar laut, proses evakuasi diharapkan dapat dilakukan dalam kondisi yang lebih memungkinkan.

Pencarian korban hanyut tetap dilanjutkan

Penghentian penyelaman tidak berarti seluruh operasi SAR dihentikan. Setelah evaluasi hari ke-21, Basarnas memutuskan melanjutkan pencarian di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus laut.

Pencarian tersebut difokuskan di perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Area itu menjadi sasaran operasi lanjutan berdasarkan kemungkinan korban terbawa arus menjauh dari lokasi kapal.

Hingga Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam keadaan selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sebanyak 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER