Berita terbaru yang disampaikan oleh UNICEF menggambarkan situasi yang mengkhawatirkan di Gaza akibat cuaca dingin sejak akhir Desember 2024. Sebanyak tujuh bayi dilaporkan meninggal karena kedinginan di wilayah tersebut. Salah satu bayi yang meninggal adalah Jomaa al-Batran, seorang bayi prematur berusia 20 hari. Sang ayah menyatakan bahwa kepala bayinya terasa sedingin es sebelum meninggal. Keluarga bayi ini tinggal di tenda pengungsian di Gaza, di mana suhu udara turun di bawah 10 derajat Celsius.
Dampak buruk cuaca dingin di Gaza juga terlihat dari kurangnya tempat penampungan yang memadai. UNICEF menyoroti kondisi yang semakin memburuk di wilayah tersebut selama musim dingin. Manajer Komunikasi UNICEF, Ricardo Pires, menyatakan kematian bayi-bayi tersebut bisa dicegah. Namun, keluarga dan anak-anak di Gaza harus menghadapi kondisi yang sulit selama lebih dari 14 bulan terakhir. Situasi ini menggambarkan betapa pentingnya akses terhadap perlindungan dan dukungan untuk keluarga yang terdampak.


