Setiap tahun, Hari Ayah Sedunia diperingati pada hari Minggu ketiga bulan Juni. Di tahun 2025 ini, momen penuh makna tersebut jatuh pada 15 Juni, menjadi kesempatan istimewa bagi anak-anak di seluruh dunia untuk menunjukkan rasa cinta dan terima kasih kepada pria yang telah menjadi pelindung, pengarah, sekaligus sahabat dalam hidup mereka—ayah.
Tak seperti Hari Ibu yang kerap dirayakan dengan lebih meriah, Hari Ayah sering kali terasa lebih sunyi. Padahal, kontribusi ayah dalam perjalanan hidup anak tak kalah penting. Ia mungkin bukan sosok yang banyak bicara, tapi ia ada—dalam diamnya yang penuh makna.
Ayah bukan hanya pencari nafkah atau pengambil keputusan dalam rumah tangga. Dalam perjalanan tumbuh kembang anak, ayah sering kali menjadi role model pertama, sosok yang diteladani dalam hal nilai, keberanian, dan integritas.
“Ayah, kamu adalah orang pertama yang aku datangi saat aku punya pertanyaan atau butuh saran. Terima kasih karena selalu menjawab,” tulis salah satu pesan Hari Ayah yang banyak dibagikan secara daring. Bagi sebagian orang, peran ayah bahkan tak selalu datang dari sosok biologis. Ada yang mendapat dukungan dari paman, kakek, ayah tiri, atau figur pria dewasa lain yang selalu hadir saat dibutuhkan.
“Terima kasih telah menjadi batu karang keluarga kami dan selalu mengutamakan kami,” tulis salah satu ucapan yang menyentuh, menggambarkan kehadiran ayah sebagai fondasi utama dalam rumah tangga.


