Presiden Indonesia Prabowo Subianto memperkenalkan istilah baru yang mencolok – “Greednomics” – untuk mengecam tindakan para elit ekonomi yang dia tuduh secara berulang kali mengeksploitasi kekayaan negara dengan impunity. Dalam pidatonya di acara penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tahun 2025 pada Minggu (20 Juli), Prabowo memberikan kritik tajam terhadap apa yang dia gambarkan sebagai pola perilaku ekonomi yang tidak etis oleh segelintir orang. Dia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk penegakan konstitusi dan bersikap tegas melawan korupsi dan ketidakadilan.
Presiden tidak menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap para pelaku yang, meskipun telah diperingatkan berkali-kali, terus menyalahgunakan kekuasaan mereka. Dari konteks ini, Prabowo memperkenalkan istilah Greednomics yang dia gambarkan sebagai fenomena baru dalam ekonomi politik Indonesia: jenis perilaku ekonomi yang irasional, tidak adil, dan tanpa dasar etika. Komentar presiden dengan cepat menarik perhatian luas karena kritik tajamnya terhadap perilaku elit dan praktik ekonomi untung-untungan yang, katanya, datang atas nama rakyat Indonesia.


