Survei nasional terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan fakta menarik, di mana Soeharto sekarang menjadi presiden Republik Indonesia yang paling disukai oleh publik dibandingkan dengan presiden lain yang telah selesai menjabat. Dilakukan pada Oktober 2025 dengan metode multi-stage random sampling terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi, survei ini menempatkan Soeharto di posisi teratas dengan tingkat kesukaan sebesar 29,0 persen, diikuti oleh Joko Widodo (26,6 persen) dan Soekarno (15,1 persen). Susilo Bambang Yudhoyono, Gus Dur, B.J. Habibie, dan Megawati Soekarnoputri juga termasuk dalam daftar tingkat kesukaan masyarakat. Denny JA, pendiri LSI, menegaskan keakuratan data survei ini dan mengaitkannya dengan konsep psikologis seperti rosy retrospection bias. Menurut Denny, faktor-faktor yang membuat publik masih menyukai Soeharto termasuk ingatan konkret tentang pembangunan infrastruktur serta citra paternal dan stabilitas yang diwariskan oleh sang mantan presiden. Melalui analisis LSI Denny JA, kita dapat memahami fenomena tingginya kesukaan terhadap Soeharto bukan hanya karena nostalgia, namun juga karena dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat dari masa pemerintahan beliau.


