Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menggunakan drone untuk mengirim bantuan ke wilayah yang terisolasi di Aceh karena banjir. Hal ini dilakukan karena akses darat terputus akibat jembatan amblas, jalan longsor, dan luapan air sungai. Ketua DPW PSI Aceh, Zulkarnaini Syeh Joel, menyatakan bahwa drone menjadi solusi untuk distribusi logistik yang tidak dapat dilakukan dengan kendaraan darat. Melalui penggunaan drone, bantuan dapat sampai ke wilayah yang membutuhkan setelah perjalanan panjang melalui jalur darat dan udara.
Menurut Zulkarnaini, Posko Utama PSI di Bireuen telah menyalurkan bantuan ke beberapa wilayah dengan beratnya hambatan distribusi. Relawan harus melewati sungai dengan jembatan putus dan jalan berlubang, bahkan ada yang harus membawa bantuan secara manual melalui longsor. Selain itu, distribusi bantuan ke Aceh Tamiang juga dilakukan dengan bantuan dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Kebutuhan penyintas banjir di Aceh masih besar, mulai dari air bersih, kebutuhan bayi dan anak, hingga layanan kesehatan. Komunikasi pun terhambat karena jaringan seluler lemah dan padamnya listrik di sejumlah wilayah. PSI berencana untuk membuka dua dapur umum tambahan di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pihak PSI juga mengapresiasi dukungan dari struktur PSI Sumut dan DPP dalam penanganan bencana ini.


