Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang bernama Ara melaporkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, bahwa ada sebanyak 139.485 rumah yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pihaknya telah mengirim Direktur Jenderal dan pejabat Eselon I ke lapangan untuk melakukan pendataan dan berkoordinasi terkait penanganan dampak bencana. Rinciannya, rumah yang terdampak di Aceh sebanyak 100.569 unit dengan kondisi rusak ringan, sedang, berat, serta yang hanyut. Sedangkan di Sumatera Utara, jumlah rumah terdampak mencapai 29.766 unit dengan kondisi serupa. Di Sumatera Barat, tercatat 9.150 unit rumah terdampak. Ara juga menjelaskan bahwa Kementerian PKP telah melakukan survei 30 lokasi di Aceh untuk persiapan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain itu, di Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga dilakukan survei untuk menangani dampak bencana lebih lanjut. Menteri PKP menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan metode pembangunan rumah, termasuk rumah RISHA dan UMK-M, untuk penanganan ke depan.


