Pohon tidak hanya sekadar menjadi simbol lingkungan, tetapi juga memiliki dampak besar pada kesehatan masyarakat secara alami. Menurut dokter dan ahli kesehatan lingkungan, Dicky Budiman, pohon memiliki kemampuan untuk menyaring polutan udara dan menurunkan suhu lingkungan. Hal ini dapat membantu dalam mengurangi risiko masalah kesehatan seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah kesehatan lainnya yang disebabkan oleh paparan panas.
Dicky menjelaskan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, aterosklerosis, dan serangan jantung. Melalui fungsinya dalam menurunkan suhu lingkungan, pohon dapat membantu menurunkan denyut jantung, tekanan darah, dan risiko masalah kesehatan akibat panas.
Selain berdampak positif pada jantung, pohon juga memiliki manfaat untuk kesehatan paru-paru dengan kemampuannya menyaring polutan udara seperti PM 2.5, NO2, dan ozon. Paparan jangka panjang terhadap polutan ini dapat menyebabkan berbagai masalah paru-paru seperti asma, PPOK, dan kanker paru-paru. Lingkungan hijau yang dihasilkan oleh pohon dapat membantu mengurangi inflamasi dalam saluran napas dan mengurangi beban kerja paru.
Tidak hanya itu, pohon juga memiliki manfaat untuk otot dan aktivitas fisik. Ruang hijau yang dihasilkan oleh pohon dapat meningkatkan motivasi orang untuk melakukan aktivitas fisik seperti jalan-jalan, jogging, dan berolahraga. Aktivitas fisik yang konsisten merupakan obat terbaik untuk mencegah berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Dalam hal ini, pohon dapat berperan sebagai fasilitator untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kesehatan secara keseluruhan.


