30.6 C
Jakarta
Wednesday, February 11, 2026
HomeBeritaKapolri Akui Tantangan Berat Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak

Kapolri Akui Tantangan Berat Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengingatkan bahwa kejahatan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih belum sepenuhnya terungkap. Kasus-kasus yang terungkap saat ini hanya sebagian kecil dari masalah yang sebenarnya ada di masyarakat. Listyo menyebut fenomena ini seperti gunung es, yang hanya menampilkan puncaknya, sedangkan masalah sebenarnya tersembunyi di bawahnya. Dalam arahannya kepada jajaran Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA dan PPO), Kapolri menyoroti bahwa masih banyak korban kekerasan yang memilih untuk menahan luka dan trauma mereka. Stigma sosial, rasa takut, dan kekhawatiran akan tidak mendapatkan keadilan membuat korban enggan melapor kepada penegak hukum.

Listyo menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya terletak pada penindakan hukum, tetapi juga pada bagaimana membangun rasa aman dan kepercayaan korban agar berani mengungkapkan pengalaman mereka. Meskipun sulit, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini melihat Direktorat PPA dan PPO mulai memberikan harapan baru. Korban dari kelompok rentan mulai menyadari bahwa ada perlindungan dan pelayanan negara saat mereka mengalami kekerasan. Melalui pendekatan yang lebih humanis dan menyeluruh, kepercayaan tersebut akhirnya tumbuh di tengah masyarakat.

Salah satu inisiatif konkret yang disoroti oleh Kapolri adalah kampanye Rise and Speak, yang sudah dilaksanakan di 11 kota dengan melibatkan ribuan peserta. Kampanye ini terbukti efektif dalam memecah budaya diam dan mendorong korban untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kesadaran dan perlindungan terhadap korban kekerasan terutama perempuan dan anak di masyarakat semakin meningkat.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER