Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menerima sejumlah tokoh bergabung ke dalam partai tersebut, seperti Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang sebelumnya dari NasDem, Ahmad Ali, dan Bestari Barus. Bergabungnya tokoh-tokoh ini diyakini akan meningkatkan peluang PSI untuk dapat masuk ke parlemen. Pendiri Cyrus Network, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa kesempatan PSI untuk sukses masih tergantung pada ketekunan dan konsistensi partai dalam membangun struktur organisasi dan mesin politiknya. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar juga dipandang sebagai langkah matang partai ini untuk menuju parlemen.
Namun, Hasan juga menegaskan bahwa tantangan untuk masuk ke parlemen tidaklah mudah. Sejak Pemilu 2014, belum ada partai politik baru yang berhasil masuk ke Senayan, bahkan ada yang justru terdepak dari parlemen. Spekulasi mengenai kemungkinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk bergabung dengan PSI juga disorot, dengan Hasan menilai bahwa hal tersebut dapat memberikan dampak elektoral yang signifikan. Namun, menurutnya, itu bukan satu-satunya faktor penentu.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, telah mengumumkan bahwa Rusdi Masse Mappasessu (RMS) telah resmi bergabung dengan partai tersebut. Pengumuman ini dilakukan saat Rakernas PSI di Hotel Claro, Makassar pada 29 Januari 2026. Selain itu, Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI, juga menekankan pentingnya Rakernas sebagai momentum evaluasi struktural yang mendalam, bukan sekadar seremonial semata. Artinya, PSI harus terus berinovasi dan mengoptimalkan struktur organisasi guna memperkuat peluang partai ini untuk masuk ke parlemen.


