Diet OMAD, atau satu kali makan sehari, menjadi tren populer dalam penurunan berat badan. Ahli Gizi IPB University, Prof. Sri Anna Marliyati, merasa perlu memberikan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati sebelum mencoba diet ekstrem ini. Ia menekankan bahwa Diet OMAD tidak sesuai untuk semua orang dan dapat membawa risiko kesehatan jika dilakukan tanpa pemahaman dan persiapan yang tepat.
Menurut Prof. Sri Anna, Diet OMAD sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan terutama oleh pemula. Risiko yang dapat timbul akibat diet ini antara lain kekurangan energi dan gizi, hipoglikemia, serta gangguan lambung. Diet ini lebih aman untuk orang dewasa sehat yang tidak memiliki riwayat penyakit tertentu dan memiliki status gizi yang normal.
Di sisi lain, diet ini tidak disarankan untuk anak-anak, remaja di bawah usia 18 tahun, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia karena berisiko mengalami masalah kesehatan. Prof. Sri Anna menyarankan agar sebelum menjalani diet OMAD, sebaiknya seseorang mulai dengan intermittent fasting yang lebih ringan agar tubuh dan lambung terbiasa terlebih dahulu sebelum melakukan puasa ekstrem. Tapi, diet ini dapat dipertimbangkan bagi orang dewasa sehat di atas usia 20 tahun yang memiliki tujuan penurunan berat badan akibat kegemukan. Dengan asupan energi yang berkurang, diharapkan berat badan dapat turun secara bertahap.


