Pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa suasana pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, yang juga merupakan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, berlangsung dalam suasana yang sangat akrab. Megawati menilai pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi dua sahabat lama yang saling mengenal baik.
Hasto mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Megawati dan Prabowo berdiskusi secara mendalam, membahas tidak hanya hal-hal masa lalu namun juga isu-isu strategis yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara saat ini. Pertemuan tersebut dipandang oleh PDIP sebagai ekspresi dari identitas bangsa yang mengutamakan dialog dan musyawarah.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan silaturahmi Megawati dengan mantan presiden lainnya pada momen Idul Fitri, Hasto menegaskan bahwa bagi Megawati, esensi Lebaran adalah semangat persaudaraan yang universal. Ia juga menyoroti tradisi halalbihalal yang kini menjadi bagian dari budaya nasional, yang merupakan warisan ideologis dari Presiden pertama RI, Bung Karno.
Hasto menekankan pentingnya menjaga tradisi ini sebagai kekuatan asli dari kebudayaan Indonesia yang harus dijaga oleh para elite politik. Tradisi halalbihalal, yang dirintis oleh Bung Karno pada tahun 1948 untuk mencairkan ketegangan politik nasional saat itu, merupakan ciri khas perayaan Idul Fitri yang sangat bermakna secara budaya bagi masyarakat Indonesia.


