Risiko Kesehatan dan Keselamatan Saat Naik KRL
Naik KRL telah menjadi rutinitas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jabodetabek. Namun, di balik kebiasaan ini, terdapat risiko kesehatan dan keselamatan yang sering kali luput dari perhatian.
Dampak Perjalanan Harian Terhadap Kesehatan
Ketua HCC Indonesia, Dr. Ray Wagiu Basrowi, menyatakan bahwa perjalanan harian bukanlah sekadar aktivitas biasa. Dampaknya dapat terasa pada kesehatan fisik maupun mental seseorang. Perjalanan tersebut dapat mempengaruhi tekanan darah, hormon stres, kualitas tidur, kesehatan mental, dan produktivitas kerja.
Risiko Utama dan Dampaknya
Sejumlah risiko utama termasuk kurang tidur akibat bangun pagi, dehidrasi karena mengurangi minum, serta masalah postur tubuh karena berdiri sambil membawa barang berat. Para komuter yang mengalami kelelahan kronis cenderung lebih rentan terhadap kondisi kesehatan yang buruk.
Selain itu, keadaan kereta yang padat juga dapat meningkatkan risiko fisik dan psikologis. Desakan penumpang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sesak napas, hingga stres akibat situasi yang tidak nyaman. Berbagai risiko inilah yang seringkali diremehkan oleh banyak orang.
Ray menegaskan, “Komuter yang lelah kronis lebih mudah sakit, emosi naik, fokus turun, dan rentan kecelakaan.”


