30.7 C
Jakarta
Thursday, June 11, 2026
HomeKesehatanDokter Internship di Jambi Meninggal: Ada Dugaan Beban Kerja Berat

Dokter Internship di Jambi Meninggal: Ada Dugaan Beban Kerja Berat

Dokter Internship di Jambi Meninggal: Desakan dan Pelanggaran Beban Kerja Berat

Pada 1 Mei 2026, dunia kedokteran Indonesia kehilangan seorang dokter muda berbakat, Dokter Myta Aprilia Azmy. Sebelum kematiannya, Dokter Myta mengalami kondisi kritis dan dirawat di ICU Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang setelah menjalani penugasan internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.

Beban Kerja yang Tidak Manusiawi

Menurut pengurus Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), investigasi internal menemukan bahwa selama menjalani internship, Dokter Myta diberikan beban kerja yang tidak manusiawi. Ia bekerja tanpa libur selama tiga bulan di bangsal/IGD, tanpa supervisi dokter definitif yang seharusnya ia dapatkan sebagai seorang dokter magang.

Ketua Umum IKA FK Unsri, dr H. Achmad Junaidi, mengungkapkan bahwa almarhumah telah melaporkan sakit pada Maret 2026 namun dipaksa untuk tetap bertugas jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi. Hal ini jelas melanggar regulasi mengenai status dokter internship sebagai dokter magang, bukan pekerja penuh di rumah sakit.

Dugaan Malapraktik dan Intimidasi

Selain beban kerja berat, ditemukan juga dugaan malapraktik administratif di RS tersebut, seperti kekosongan stok obat yang mengharuskan pasien, termasuk nakes di rumah sakit, untuk mencari obat sendiri di luar. Selain itu, adanya dugaan intimidasi dan upaya penutupan informasi terkait kondisi Dokter Myta, demi menghindari perpanjangan masa internship.

Dokter-dokter internship di rumah sakit tersebut bahkan dihadapkan pada narasi gaslighting yang merendahkan mentalitas mereka sebagai ‘generasi Z lembek’ ketika menyuarakan hak-hak dasar kesehatan mereka.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER