Virus Varicella Zoster ‘Tidur’ dalam Tubuh
Seorang individu yang pernah terkena cacar air, harus memahami bahwa virus penyebabnya, Varicella Zoster (VZV), tidak hilang begitu saja setelah sembuh. Virus tersebut sebenarnya ‘tidur’ di dalam tubuh dan dapat ‘bangun’ kembali ketika imunitas tubuh menurun. Menurut penjelasan dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, Vito A. Damay, VZV bersembunyi di ujung saraf dekat tulang belakang setelah seseorang terinfeksi cacar air.
Peringatan Penting tentang Cacar Api
Dalam konferensi pers peringatan Pekan Imunisasi Sedunia “Cegah Cacar Api Tanpa Tapi” yang diadakan bersama GSK pada tanggal 28 April 2026, Vito menggarisbawahi perbedaan gejala antara cacar air dan cacar api. Gejala cacar air biasanya dimulai dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, diikuti oleh munculnya bintik merah yang kemudian berubah menjadi lenting berisi cairan.
Di sisi lain, cacar api cenderung menyebabkan nyeri parah di satu sisi tubuh tanpa gejala awal yang jelas. Rasa nyeri tersebut bahkan dapat disalahartikan sebagai serangan jantung jika dirasakan di bagian dada, atau masalah pencernaan jika terjadi di perut. Pasien seringkali tidak menyadari bahwa gejala yang mereka alami sebenarnya merupakan tanda cacar api.
Beberapa hari setelah timbulnya rasa nyeri, biasanya terbentuk lepuhan berisi cairan di area tersebut. Pada tahap ini, keluhan nyeri dapat meningkat dan menghambat aktivitas sehari-hari karena intensitasnya yang cukup mengganggu. Meskipun dikenal dengan sejumlah sebutan seperti herpes zoster, cacar ular, atau dompo, semua merujuk pada reaktivasi virus Varicella zoster yang ‘tidur’ dalam tubuh.
Dalam masyarakat, penting untuk lebih memahami gejala cacar air dan cacar api agar dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat. Virus VZV merupakan penyebab utama dari kedua kondisi tersebut, yang dapat ‘tidur’ dalam tubuh dan ‘bangun’ kembali saat kondisi tubuh menurun. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang cacar air dan cacar api dapat membantu dalam penanganan yang lebih efektif terhadap penyakit tersebut.


