33.1 C
Jakarta
Thursday, June 11, 2026
HomeBeritaPengasuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Wafat

Pengasuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Wafat

KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia, Meninggalkan Pesan Mendalam bagi Pesantren

Pada Senin, 1 Juni 2026, dunia pendidikan Islam harus meratapi kepergian seorang tokoh sentral yang sangat dihormati, KH Adib Rofiuddin Izza, pengasuh dan sesepuh dari Buntet Pesantren Cirebon. Menurut Ketua YLPI Buntet Pesantren Aris Ni’matullah, KH Adib meninggal setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.

Peduli dengan Pendidikan dan Dakwah

Adik almarhum, Aris, mengungkapkan bahwa KH Adib sudah lama mengalami gangguan kesehatan sebelum bulan Ramadhan. Meskipun begitu, beliau tetap bersemangat untuk berada kembali di pesantren dan merayakan bulan suci Ramadhan bersama para santri.

Meskipun sempat membaik pasca Ramadhan, kondisi kesehatan KH Adib kembali menurun dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta.

Kehilangan Besar Bagi Dunia Pendikan Islam

Kepedulian KH Adib terhadap pendidikan pesantren, pembinaan santri, dan kontribusinya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan warisan berharga yang ditinggalkannya. Kehilangan beliau merupakan pukulan berat bagi keluarga, sivitas pesantren, dan masyarakat Cirebon secara luas.

Jenazah KH Adib tiba di Buntet Pesantren dengan penghormatan yang tinggi dan perpisahan yang penuh duka. Semua pihak, termasuk keluarga, santri, ulama, dan masyarakat, turut mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Buntet sesuai dengan keinginan dan wasiatnya.

Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes: Suara Demi Keadilan

Kasus kekerasan seksual di pondok pesantren menjadi sorotan publik belakangan ini. Sahroni, seorang aktivis, mendesak Polri dan Kemenag untuk membentuk Satgas Anti Kekerasan Seksual di Ponpes guna memberantas kejahatan yang melibatkan tokoh agama.

Kriminalitas harus diberantas tanpa pandang bulu, bahkan jika pelakunya memiliki kedudukan yang dihormati di masyarakat. Suara-suara menuntut keadilan semakin kencang terdengar, dan upaya pencegahan serta penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER