26.5 C
Jakarta
Monday, September 14, 2026
HomeLainnyaAndy Utama Sebut Konservasi Adalah Amanah yang Harus Diteruskan

Andy Utama Sebut Konservasi Adalah Amanah yang Harus Diteruskan

Membangun keberlanjutan konservasi di Bentang Alam Megamendung merupakan tantangan yang berlangsung jauh melampaui satu generasi manusia. Pemeliharaan lingkungan menuntut waktu puluhan, bahkan ratusan tahun untuk menunjukkan perubahan signifikan. Bukan sebuah pekerjaan yang dapat rampung dalam masa jabatan atau pengabdian satu kelompok saja.

Andy Utama, pendiri sekaligus Pembina Paseban Foundation, menyadari bahwa regenerasi dalam kepemimpinan dan partisipasi masyarakat adalah kunci utama dari keberhasilan konservasi. Dalam acara Annual Dinner Paseban Foundation tahun 2026, yang bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, Andy menekankan pentingnya keberlanjutan kerja konservasi melalui pengalihan tanggung jawab kepada generasi berikutnya. “Setiap upaya akan berakhir, maka keberlanjutan konservasi wajib diwariskan,” tegas Andy. Ini menjadi refleksi betapa program konservasi mesti melampaui sekadar upaya perorangan atau temporer.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem membutuhkan waktu sangat panjang untuk diperbaiki, sementara ketersediaan dana, program, dan kepemimpinan umumnya berlangsung singkat. Jika tidak ada regenerasi, pekerjaan yang sudah dimulai rentan terhenti saat pelopornya mundur. Faktanya, Andy menawarkan solusi institusional dengan mendirikan Paseban Foundation, serta menginisiasi program Megamendung Century Initiative, sebagai kerangka kerja jangka panjang yang mampu menghadirkan kesinambungan di luar umur para pendiri. Program ini membidik pemulihan kondisi ekologis Megamendung sedekat mungkin dengan keadaan aslinya satu hingga dua abad yang silam.

Menariknya, regenerasi mulai tampak melalui hadirnya Fifi, putri Andy, dalam aktivitas yayasan. Dia mulai dilibatkan dalam proyek-proyek, sehingga perlahan memahami tanggung jawab yang melekat pada upaya merawat alam. Namun, regenerasi bukan sekadar urusan dinasti atau pergantian figur semata. Diperlukan transfer pengetahuan teknis, pengalaman bekerja, jejaring mitra, serta keberanian mengambil keputusan strategis.

Generasi selanjutnya tidak hanya harus memahami tujuan konservasi, mereka juga diharapkan mampu menavigasi kompleksitas sosial, ekonomi, serta dinamika kelembagaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari konservasi. Mereka adalah calon pengelola masa depan yang harus siap menghadapi tantangan dan meninggalkan pijakan yang kokoh bagi penerus berikutnya.

Kementerian Kehutanan melalui Indra Exploitasia turut menegaskan urgensi melibatkan generasi muda dalam konservasi. Menurutnya, regenerasi wajib dimulai sebelum para senior purnatugas, tidak cukup menunggu momentum saja. Generasi muda harus mendapat ruang, kesempatan belajar, dan bertanggung jawab langsung dalam setiap pengelolaan. Tanpa proses regenerasi yang dirancang matang, keberlanjutan konservasi cenderung rapuh. Pengalaman dan pengetahuan perlu ditularkan melalui keterlibatan nyata di lapangan serta dalam pengelolaan kelembagaan.

Pendekatan Paseban Foundation memadukan lapangan, pendidikan, penelitian, dokumentasi, dan komunikasi kepada masyarakat. Dalam ulang tahun kedua yayasan tersebut, diluncurkan buku “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” serta “Kepemimpinan Bentang Alam” yang merekam perjalanan merawat dan memimpin konservasi kawasan. Film dokumenter “The Silent Resilience” turut diputar perdana, membuka wawasan publik terhadap pentingnya menjaga Cagar Biosfer Cibodas secara terus-menerus. Publikasi ini menjadi salah satu media transfer pengetahuan kepada lapisan masyarakat yang lebih luas, yang sering luput dari aktivitas langsung di lapangan.

Pewarisan pengetahuan sangat penting, apalagi pengelolaan bentang alam berhubungan erat dengan integrasi antara hutan, air, satwa liar, interaksi sosial, serta ekonomi. Hal itu menuntut pemahaman yang jauh lebih luas dibanding sekadar sains atau teknis, karena sering kali pengalaman di lapangan menjadi sumber pembelajaran yang tidak ternilai.

Dukungan untuk keberlanjutan konservasi juga terletak pada aspek ekonomi. Andy menyadari bahwa semua individu yang terlibat dalam konservasi juga membutuhkan penghidupan. Karena itu, dijalankanlah model pertanian organik sebagai sumber ekonomi yang ramah lingkungan, telah melalui audit sertifikasi selama tiga belas tahun berturut-turut tanpa masalah. Langkah ini memperlihatkan bahwa konservasi dan pemberdayaan ekonomi bisa berjalan beriringan, tanpa mengorbankan fungsi ekologis kawasan.

Ketahanan konservasi tidak hanya ditentukan oleh suksesi pemimpin atau organisasi, tetapi juga pada kapasitas untuk membangun sumber penghidupan, menjaga standar kualitas, dan melibatkan masyarakat setempat secara aktif. Di era saat ini, penguatan konservasi lingkungan juga sangat mungkin dengan pemanfaatan teknologi yang relevan.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, mengingatkan bahwa hasil pengamatan serta data lapangan harus disebarluaskan. Penyebaran informasi ini tidak boleh hanya berputar di kalangan internal, tetapi mesti diperluas dengan dukungan teknologi informasi. Percakapan publik terkait konservasi dapat diperbesar melalui inovasi digital, walaupun tetap harus memperhatikan dampak lingkungan dari teknologi itu sendiri.

Kolaborasi lintas sektor yang tergambar dalam Annual Dinner Paseban Foundation menandai besarnya potensi dukungan bagi Megamendung. Namun, sinergi jangka panjang harus dipelihara melalui pembagian peran yang jelas, konsistensi kontribusi, dan keberanian memegang visi yang sama walaupun kepemimpinan silih berganti.

Andy menegaskan bahwa Paseban Foundation tidak didirikan agar semua aktivitas konservasi berpusat pada satu organisasi saja. Keberadaan yayasan ini justru diharapkan sebagai jembatan kemitraan dan transfer pengetahuan lintas generasi. Pada akhirnya, keberhasilan Megamendung Century Initiative bisa jadi baru akan dinikmati generasi yang saat ini belum lahir. Maka, warisan sejati upaya ini tidak terbatas pada terciptanya bentang alam yang lestari, namun juga dalam bentuk pengetahuan, jaringan kelembagaan, dan tumbuhnya generasi baru yang siap menjaga alam untuk masa depan.

Sumber: Paseban Foundation Siapkan Regenerasi Konservasi Megamendung Lintas Generasi
Sumber: Paseban Foundation Siapkan Konservasi Megamendung Lintas Generasi

BERITA TERBARU

BERITA POPULER