Kemlu RI: Bantuan Luar Negeri untuk Korban Gempa NTT Belum Diperlukan
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan bahwa Indonesia masih mampu menangani dampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tanpa membutuhkan bantuan dari luar negeri. Menurut Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Indonesia memiliki kapasitas dan sumber daya nasional yang cukup untuk menangani situasi saat ini.
Apresiasi Terhadap Tawaran Bantuan dari Negara Sahabat
Yvonne juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan ucapan solidaritas yang diberikan oleh negara-negara sahabat terkait bencana gempa di NTT. Meski bantuan asing belum diperlukan, Indonesia menerima tawaran bantuan dengan penuh terima kasih. Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah duta besar negara sahabat atas kepedulian yang mereka tunjukkan dalam situasi sulit ini.
Pertemuan Antara Menlu RI dan Menlu China Bahas Isu Bantuan untuk NTT
Isu bantuan untuk NTT akan menjadi agenda dalam pertemuan antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu China, Wang Yi, dalam acara Dialog Komprehensif Strategis (CSD) Indonesia-China. Pertemuan tersebut dijadwalkan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pemerintah China sebelumnya telah menyatakan kesediaan untuk membantu pemulihan bencana di Indonesia sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT mencapai 71 orang. Sementara itu, proses penyaluran bantuan untuk korban gempa terus dilakukan, dengan total bantuan yang telah terkirim mencapai 398 ton pada rentang waktu 15-18 Agustus 2026.
DEN Memastikan Pemulihan Listrik Pasca Gempa NTT Berjalan Cepat
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M. Kholid Syeirazi, mengamati bahwa pemulihan jaringan listrik pasca gempa di NTT berjalan dengan cepat. Hal ini menunjukkan upaya keras untuk memulihkan kondisi di NTT setelah bencana gempa yang melanda wilayah tersebut. Semua pihak terus berkoordinasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar.


