Dispenser Air Reverse Osmosis: Aman atau Berisiko Bagi Kesehatan?
Dispenser air reverse osmosis (RO) semakin populer di tengah kesadaran masyarakat urban akan kualitas air minum yang tinggi. Namun, pertanyaan mendasar muncul: apakah air RO dan air demineral aman dikonsumsi setiap hari, atau justru memiliki risiko bagi kesehatan?
Apa Itu Air Demineral dan Air RO?
Air demineral adalah air yang telah melalui proses penghilangan mineral, termasuk melalui metode reverse osmosis. Di Indonesia, air demineral diatur oleh BPOM dan Kementerian Perindustrian, dengan standar SNI 6241:2023. TDS, atau Total Dissolved Solids, adalah ukuran mineral dalam air, dan air RO memiliki TDS yang rendah.
Regulasi air minum di Indonesia mengharuskan agar TDS air minum berada di bawah 300 mg/L untuk kategori paling ideal.
Apa Kata WHO Soal Risiko Jangka Panjang Air Demineral?
Menurut WHO, konsumsi air dengan TDS sangat rendah dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan karena tubuh kehilangan mineral seperti kalsium dan magnesium. Konsumsi air demineral sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber cairan dalam jangka panjang.
Dokter spesialis telah mengklarifikasi bahwa air minum berfungsi sebagai sumber mineral bagi tubuh, dan konsumsi air rendah mineral dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang.
Keamanan Air RO dan Air Demineral untuk Konsumsi Harian
Air RO aman dari segi mikrobiologi karena proses penyaringannya efektif dalam menghilangkan bakteri dan kontaminan bahan kimia. Namun, asupan mineral menjadi perhatian utama jika air RO menjadi sumber cairan utama dalam jangka panjang. Sejumlah sistem RO rumahan kini dilengkapi dengan fitur remineralisasi untuk mengembalikan sebagian mineral setelah proses penyaringan.
Untuk penggunaan jangka pendek, air demineral aman dikonsumsi. Namun, bagi kelompok tertentu seperti anak-anak, orang dengan pola makan terbatas, atau kebutuhan medis khusus, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan air demineral sebagai sumber cairan utama dalam jangka panjang.
Jadi, memilih antara air mineral dan air demineral/RO sebaiknya tetap mempertimbangkan kebutuhan mineral tubuh dan regulasi kesehatan yang berlaku.


