33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeOlahragaLamine Yamal Juara Dunia, tapi Ada yang Bikin Tak Puas

Lamine Yamal Juara Dunia, tapi Ada yang Bikin Tak Puas

Gelar juara Piala Dunia yang diraih Spanyol ternyata belum cukup membuat Lamine Yamal merasa puas. Di tengah perayaan keberhasilan timnya, pemain berusia 19 tahun itu justru menilai kontribusinya sepanjang turnamen masih jauh dari potensi terbaik yang bisa ia berikan.

Yamal mengakui telah melakukan sejumlah hal positif selama kompetisi. Namun, catatan satu gol dan satu assist belum membuatnya merasa lega. Ia menilai standar pribadinya lebih tinggi dibandingkan penilaian umum terhadap penampilannya.

Satu Gol dan Satu Assist Belum Memuaskan

Bagi pemain muda tersebut, catatan itu mungkin sudah dianggap sangat baik apabila dimiliki pemain lain. Akan tetapi, Yamal melihat dirinya masih memiliki ruang untuk memberikan pengaruh yang lebih besar bagi Spanyol.

“Saya tidak pulang dengan perasaan senang setelah memenangkan Piala Dunia, dan itu sama sekali tidak berkaitan dengan cedera. Meskipun saya melakukan banyak hal yang tidak dilihat orang, saya tidak puas dengan diri saya sendiri,” kata Yamal seperti dikutip AS.

Pernyataan itu menegaskan bahwa rasa tidak puas Yamal bukan disebabkan kondisi fisiknya. Ia secara khusus menyebut cedera bukan alasan di balik perasaannya setelah turnamen berakhir. Penilaian tersebut lebih berkaitan dengan performa dan kontribusi yang menurutnya masih dapat ditingkatkan.

Memasang Target untuk Piala Dunia Berikutnya

Yamal juga membandingkan penampilannya dengan standar yang mungkin digunakan pemain lain. Ia menyadari banyak pemain akan menganggap penampilan dengan satu gol dan satu assist sebagai pencapaian yang sangat baik di Piala Dunia.

Namun, tolok ukur Yamal terhadap dirinya sendiri berbeda. Ia merasa seharusnya bisa berbuat lebih banyak, meski turut membantu Spanyol meraih trofi paling bergengsi di level internasional.

“Saya tahu pemain lain mana pun yang tampil seperti saya akan menjalani Piala Dunia yang fantastis, tetapi saya sebenarnya bisa memberikan lebih banyak dan saya sangat ingin tampil di edisi berikutnya,” lanjut Yamal.

Keinginan untuk tampil kembali pada Piala Dunia berikutnya memperlihatkan bahwa Yamal tidak ingin menjadikan gelar juara sebagai titik akhir. Keberhasilan Spanyol justru menjadi bagian dari evaluasi pribadinya. Ia ingin menggunakan pengalaman dari turnamen tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kontribusi pada kesempatan berikutnya, tanpa mengabaikan fakta bahwa pencapaian timnya telah berujung pada gelar juara.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER