33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeOlahragaPSRA Kecam MLS NEXT Pro soal Pelatih Diduga Lecehkan Wasit Wanita

PSRA Kecam MLS NEXT Pro soal Pelatih Diduga Lecehkan Wasit Wanita

Serikat pekerja wasit profesional di Amerika Serikat, Professional Soccer Referees Association (PSRA), meminta MLS NEXT Pro mengevaluasi kembali hukuman terhadap Higuain. Pelatih Crew 2 itu hanya dijatuhi larangan mendampingi tim dalam dua pertandingan setelah insiden yang melibatkan seorang wasit perempuan.

Menurut PSRA, sanksi tersebut tidak sejalan dengan pedoman U.S. Soccer. Serikat itu menyatakan tindakan berupa “cengkeraman paksa” semestinya berujung pada hukuman minimal tiga pertandingan, bukan dua laga seperti yang telah ditetapkan MLS NEXT Pro.

PSRA Nilai Hukuman Tidak Memadai

“Respons liga tersebut jauh dari pesan yang seharusnya disampaikan kepada para peserta, wasit, dan publik. Hukuman ini perlu dievaluasi kembali,” kata PSRA dalam pernyataannya.

PSRA merupakan serikat yang mewakili wasit di Major League Soccer (MLS), National Women’s Soccer League (NWSL), dan United Soccer League (USL). Dalam pernyataan yang sama, organisasi tersebut menegaskan bahwa ofisial perempuan tidak seharusnya menghadapi intimidasi maupun komentar yang merendahkan ketika menjalankan tugas.

Serikat itu menempatkan persoalan tersebut sebagai isu yang tidak hanya berkaitan dengan satu keputusan disipliner. Bagi PSRA, perlakuan terhadap wasit selama pertandingan harus tetap menghormati keselamatan, kewibawaan, dan profesionalitas ofisial yang bertugas.

Insiden Terjadi Seusai Kekalahan Crew 2

Insiden berlangsung setelah Crew 2 kalah dari Huntsville City FC pada 23 Agustus. Setelah pertandingan tersebut, MLS NEXT Pro melakukan investigasi terhadap perilaku Higuain.

Hasil investigasi membuat liga menilai tindakan sang pelatih membutuhkan hukuman tambahan di luar kartu merah yang sebelumnya telah diberikan. MLS NEXT Pro kemudian menjatuhkan larangan mendampingi tim selama dua pertandingan.

Higuain menjalani skorsing itu dengan tidak hadir saat Crew 2 bertanding pada 30 Agustus dan 4 September. Selain larangan mendampingi tim, ia juga diwajibkan mengikuti program pemulihan yang berlangsung dalam beberapa sesi.

Program Pemulihan dari MLS NEXT Pro

MLS NEXT Pro menyatakan program tersebut dirancang untuk membantu membangun pemahaman, akuntabilitas, rasa hormat, serta pemulihan hubungan di lingkungan liga. Liga tidak hanya menjadikan kartu merah sebagai dasar penanganan, tetapi juga menambahkan proses pemulihan setelah penyelidikan selesai.

Meski demikian, PSRA menilai durasi skorsing yang diberikan belum mencerminkan pedoman U.S. Soccer untuk tindakan yang disebut sebagai “cengkeraman paksa”. Karena itu, serikat wasit meminta hukuman tersebut ditinjau kembali, terutama sebagai bentuk pesan kepada peserta kompetisi, para wasit, dan publik mengenai batas perilaku yang dapat diterima di lingkungan pertandingan.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER