Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, mengalami erupsi mendadak tanpa tanda-tanda vulkanik yang memperingatkan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau warga Kota Pagar Alam untuk tetap waspada terhadap situasi ini. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa erupsi ini terjadi pada Kamis, 7 Agustus 2025, malam oleh petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Dempo di Kota Pagar Alam. Erupsi ini merupakan tipe freatik yang terjadi tiba-tiba tanpa peringatan gejala vulkanik yang jelas.
Hembusan kolom abu setinggi 1.200 meter teramati keluar dari puncak kawah marapi Gunung Dempo. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara. Aktivitas Gunung Dempo sebelumnya telah menunjukkan lonjakan aktivitas seismik sejak awal Juli, diikuti dengan peningkatan deformasi tubuh gunung yang menandakan migrasi magma ke permukaan.
Dalam situasi ini, Wafid mengimbau agar orang tidak memasuki area dalam radius 1 kilometer dari kawah marapi Gunung Dempo dan 2 kilometer ke arah sektor utara. Meskipun tingkat aktivitas Gunung Dempo masih pada Level II (Waspada), PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Api Dempo terus memantau aktivitas gunung. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti informasi resmi dan arahan evakuasi dari otoritas setempat demi keselamatan bersama.


