Studi terbaru menunjukkan bahwa orang paruh baya dan lanjut usia lebih rentan terhadap dampak negatif dari penggunaan media sosial. Mereka sering disebut sebagai “imigran digital” karena tidak lahir dalam era media sosial. Karena kurang memahami aturan tak tertulis dalam berinteraksi online, mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada berinteraksi secara langsung, yang bisa memperburuk rasa kesepian. Penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat membuat orang merasa kurang dekat, diterima, atau memiliki ikatan sosial dalam kehidupan nyata. Meskipun belum banyak penelitian yang fokus pada dampak negatif media sosial pada orang dewasa, Peneliti Primack menyarankan bahwa penggunaan media sosial dan rasa kesepian bisa memiliki hubungan korelasional yang saling memengaruhi, namun perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.


