Pada Senin, 6 Oktober 2025, satu unit breaker excavator penghancur beton dan dua bucket excavator sedang bekerja membersihkan puing material robohnya gedung musala pondok pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tujuan utamanya adalah untuk mengangkat dan membersihkan puing reruntuhan guna memudahkan tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) menemukan jenazah para korban.
Upaya membersihkan puing material telah mencapai 80 persen dan semakin banyak jenazah korban berhasil ditemukan. Dari hasil pendataan sementara pada hari Minggu, 5 Oktober, 24 jenazah, termasuk empat potongan tubuh manusia, telah ditemukan. Seluruh jenazah dan bagian tubuh dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya untuk diidentifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan bahwa data korban meninggal dunia menjadi 49 orang dengan lima potongan tubuh ditemukan. Sementara korban dalam pencarian menyusut menjadi 14 orang, dengan 104 orang selamat dan 6 orang masih dalam perawatan intensif.
Tim SAR gabungan menghadapi kendala saat membersihkan puing, terutama karena bagian reruntuhan yang terhubung dengan gedung lama di sebelahnya. ITS pun turut memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah ini. Fokus tetap pada operasi SAR untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan.


