32.5 C
Jakarta
Monday, May 11, 2026
HomeLainnyaPangkalan Morowali Jadi Lokasi Latihan Tambahan TNI

Pangkalan Morowali Jadi Lokasi Latihan Tambahan TNI

Kegiatan Latihan Terintegrasi TNI 2025 yang dilaksanakan di Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 19 November 2025 menampilkan keseriusan militer Indonesia dalam menjaga kekayaan nasional. Sebanyak 68 ribu prajurit TNI dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara diterjunkan dalam pelatihan tersebut, dan kegiatan serupa juga berlangsung di wilayah Morowali. Langkah ini diambil sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pengamanan terhadap aset strategis negara, utamanya menghadapi maraknya pertambangan liar yang merusak potensi ekonomi dan lingkungan.

Presiden Prabowo telah menyoroti jumlah penambangan timah ilegal yang sangat besar, diperkirakan mencapai seribu titik di Bangka Belitung. Dampak negatif dari aktivitas tanpa izin ini antara lain adalah menurunnya hasil timah nasional hingga 80 persen dan kerusakan ekosistem yang semakin luas.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa kegiatan latihan ini lebih dari sekadar menampilkan perlengkapan militer, namun juga sebagai simbol ketegasan negara dalam menjaga kedaulatan dan menegakkan aturan. Ia menjelaskan, “Negara perlu memastikan perlindungan sumber daya alam agar tetap menjadi bagian utuh dari kekayaan bangsa. Upaya ini harus disertai tindakan nyata penegakkan hukum guna mencegah eksploitasi ilegal.”

Penerapan doktrin Operasi Militer Selain Perang (OMSP) menjadi fokus utama dalam latihan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, didampingi oleh para pejabat terkait termasuk Menteri ESDM, Jaksa Agung, dan Kepala BPKP. Panglima TNI menegaskan bahwa upaya melindungi sumber daya alam kini setara dengan mempertahankan teritori. “Latihan gabungan ini tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga menjaga objek vital nasional di wilayah yang rawan penambangan liar,” ucapnya.

Presiden menindaklanjuti kegiatan ini dengan menginstruksikan pemblokiran total seluruh jalur distribusi hasil tambang ilegal di seluruh area Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Ia menekankan pentingnya transparansi serta pengawasan penuh terhadap arus masuk keluar barang di kedua pulau tersebut demi menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

Dalam simulasi latihan, ditampilkan operasi Serangan Udara Langsung oleh skuadron F-16, diikuti aksi terjun payung satuan tempur dari Batalyon 501/Bajra Yudha Kostrad. Tidak hanya itu, TNI menggelar simulasi penangkapan kapal ponton tambang liar dengan dukungan dari dua KRI TNI AL dan manuver cepat pasukan Koopssus TNI pada titik galian pasir. Tim peninjau dari Kementerian Pertahanan bersama TNI turut memeriksa hasil penindakan tambang ilegal di Dermaga Belinyu dan Dusun Nadi.

Latihan besar ini memperkuat pesan bahwa penjagaan sumber daya alam merupakan pondasi utama dalam mempertahankan kedaulatan negara, dan bukan sekadar prosedur hukum. Bangka Belitung sendiri dipilih karena faktor strategis, kekayaan alam yang luar biasa, serta letaknya yang sangat berpengaruh secara ekonomi dan geografis.

Keterlibatan langsung TNI juga menjadi penegas dukungan pemerintah dalam upaya penyelamatan kekayaan negara dari kejahatan ekonomi, membentuk sinergi antara kekuatan pertahanan dan penegakan hukum demi masa depan bangsa yang lebih aman.

Sumber: TNI Siap Perang Lawan Mafia Tambang: Latihan Gabungan Besar Di Bangka Belitung Uji Doktrin OMSP
Sumber: TNI Gelar Latihan Gabungan, Kirim Sinyal Perang Ke Mafia Tambang Ilegal

BERITA TERBARU

BERITA POPULER