Hasan Nasbi, mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, mengemukakan bahwa kritik atau evaluasi terhadap kinerja menteri seharusnya hanya dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa kesalahan seorang menteri tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu peristiwa, melainkan harus dilihat dari akar permasalahan yang mungkin telah berlangsung selama puluhan tahun. Nasbi juga menyoroti sindiran antarmenteri yang terjadi setelah banjir melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, mengatakan bahwa tindakan saling menyindir hanya akan mengaburkan persoalan utama.
Menurut Nasbi, hanya Presiden yang berhak memberikan peringatan kepada anggota kabinetnya, baik secara tertutup maupun terbuka, bukan sesama anggota kabinet. Ia menegaskan bahwa adu sindiran hanya akan membuat kabinet terlihat tidak solid di mata publik, padahal kekompakan sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana. Hasan Nasbi juga menekankan bahwa kesalahan dalam penanganan lingkungan atau banjir tidak boleh langsung diarahkan pada salah satu menteri, apalagi jika menteri tersebut baru menjabat sekitar satu tahun.
Oleh karena itu, Nasbi meminta kritik dilakukan dalam kerangka penyelesaian masalah jangka panjang, bukan saling menyalahkan antarmenteri. Ia menekankan pentingnya fokus pada akar masalah dan bukan hanya menyalahkan individu tertentu. Nasbi juga mengingatkan bahwa solidaritas dan kerja sama yang kuat dibutuhkan dalam penanganan bencana, sehingga semua pihak perlu untuk bekerja sama tanpa adanya kata saling menyalahkan.


