Virus Nipah adalah jenis infeksi yang dapat menyebar melalui produk yang terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi, terutama buah-buahan. Infeksi ini memiliki tingkat kematian yang tinggi, mencapai 40 hingga 75 persen dari total kasus yang terjadi. Virus Nipah bisa ditularkan antarmanusia melalui kontak dekat melalui cairan tubuh seperti darah, urine, air liur, atau cairan pernapasan dari individu yang terinfeksi. Gejala infeksi ini bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga pernapasan akut ringan atau berat, serta ensefalitis fatal yang dapat menyebabkan pembengkakan otak.
Tanda-tanda awal infeksi meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan, yang kemudian dapat diikuti oleh pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, serta tanda-tanda neurologis yang menunjukkan adanya ensefalitis akut. Beberapa kasus infeksi Virus Nipah juga dapat menyebabkan pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut, ensefalitis, kejang, bahkan berkembang menjadi koma dalam waktu singkat.
Beberapa waktu lalu, masyarakat dunia dihebohkan dengan dua kasus Virus Nipah di Benggala Barat, India. Setelah kejadian tersebut, beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Pakistan mulai menerapkan pemeriksaan suhu di bandara sebagai langkah pencegahan penyebaran lebih lanjut.


