23.9 C
Jakarta
Saturday, March 7, 2026
HomeKesehatanKrisis Resistensi Antimikroba: Waspada Banyak Warga Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Krisis Resistensi Antimikroba: Waspada Banyak Warga Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus resistansi terhadap antibiotik, terutama turunan dari penisilin, telah meningkat di Indonesia. Menurut Taruna, angka resistansi ini mencapai 43%, yang setara dengan hampir 300.000 orang. Dampak dari resistansi antibiotik ini sangat serius, menyebabkan penyakit yang sebelumnya bisa diobati dengan antibiotik menjadi sulit disembuhkan dan bahkan mengancam nyawa pasien. Bahkan, AMR atau resistensi antimikroba dijuluki sebagai pandemi yang ‘diam-diam’ karena potensi untuk menyebabkan 10 juta kematian global pada tahun 2050.

Penting untuk memahami bahwa penanggulangan AMR tidak hanya menjadi tanggung jawab BPOM, Kemenkes, atau dinas kesehatan saja. Namun, ini juga melibatkan sektor lain seperti Kementerian Pertanian, Kelautan dan Perikanan, serta Lingkungan Hidup. Contohnya, sektor perikanan sering menggunakan antibiotik sebagai pakan udang, yang akan menyebabkan risiko kesehatan bagi manusia saat mengonsumsinya. Sementara itu, sektor pertanian juga sering menggunakan antibiotik sebagai pestisida untuk mengusir hama tanaman. Hal ini menunjukkan kerjasama lintas sektor yang diperlukan dalam menangani masalah resistensi antimikroba ini.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER