Polisi mengungkap alasan di balik serangan yang dilakukan oleh Sudirman alias Yuda (28) kepada pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal, Ermanto Usman (65), dan istrinya Pasmilawati (60). Kejadian ini dipicu ketika keduanya terbangun karena alarm sahur berbunyi dan mengejutkan pelaku ketika sedang merampok di rumah korban. Sudirman, dengan menggunakan gunting dan linggis, masuk ke rumah korban dengan cara membobol jendela ketika sebagian penghuninya sedang tertidur. Polisi menyimpulkan bahwa aksi pencurian tersebut berakhir tragis dengan pembunuhan pensiunan JICT tersebut.
Pelaku, yang telah ditangkap oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengaku bahwa tidak ada target spesifik dalam aksi kriminal yang dilakukannya. Pelaku dengan panik memukul Pasmilawati menggunakan linggis hingga tidak berdaya, dan kemudian menyerang Ermanto yang baru terbangun dengan kaget. Setelah melumpuhkan keduanya, pelaku melarikan diri dengan sejumlah barang berharga milik korban, seperti dua unit telepon seluler, laptop, dan perhiasan. Barang curian tersebut sebagian dijual oleh pelaku, sementara telepon seluler milik korban digunakan untuk sementara waktu.
Hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa motif aksi tersebut didorong oleh faktor ekonomi dan aksi pencurian yang dilakukan berujung pada pembunuhan. Polisi telah memastikan bahwa kejahatan ini tidak dilakukan karena kritik terhadap korupsi atau ada target spesifik, melainkan semata-mata didorong oleh alasan ekonomi.


