29.7 C
Jakarta
Thursday, May 21, 2026
HomeKesehatanPelecehan Seksual Digital: Kekerasannya Nyata di Kasus FH UI

Pelecehan Seksual Digital: Kekerasannya Nyata di Kasus FH UI

Kekerasan seksual verbal bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Dalam beberapa kasus, pelaku sering kali menggunakan alasan bahwa mereka hanya bercanda, dan meminta agar korban tidak terlalu sensitif. Namun, sebenarnya ucapan-ucapan semacam itu bisa menjadi bentuk perlindungan diri untuk menutupi aksi kekerasan yang sebenarnya terjadi. Hal ini juga dapat dijelaskan sebagai moral disengagement, dimana pelaku mencoba melepaskan tanggung jawab moral atas tindakannya.
Perlu diingat bahwa candaan bukanlah alasan untuk melukai martabat seseorang. Korban pelecehan baik verbal, fisik, seksual, atau pun digital, akan mengalami dampak psikologis yang serius. Serangan terhadap harga diri, martabat, dan rasa aman korban bisa sangat menghancurkan meskipun secara fisik tidak terjadi cedera. Bahkan, dalam beberapa kasus, efek emosionalnya bisa sangat berat dan sulit dihilangkan.
Dampak dari pelecehan tersebut bisa sangat dalam, meliputi kerusakan pada harga diri, rasa aman, dan citra tubuh korban. Bahkan, korban bisa mengalami PTSD di masa depan akibat terus-menerus mengingat peristiwa traumatis tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghilangkan stigma bahwa kekerasan verbal atau digital hanyalah candaan biasa dan tidak berbahaya. Semua bentuk pelecehan harus diperlakukan dengan serius dan tidak boleh diabaikan.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER