Legislator DPR Kecam Penyalahgunaan Ayat Suci Al-Qur’an dalam Promosi Minuman Keras
Pada festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara, aksi promosi minuman beralkohol merek Newport menjadi sorotan tajam Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq. Promosi tersebut menjadi kontroversi karena menggelar tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha dengan hadiah sebotol minuman keras (miras).
Kecaman Keras terhadap Penyalahgunaan Ayat Suci
Mengutip pernyataan Maman Imanul Haq, tindakan tersebut tidak hanya tidak etis, tapi juga melukai perasaan umat Islam dan merupakan bentuk penghinaan terhadap kesucian Al-Qur’an. Menurutnya, menjadikan hafalan Surah Ad-Dhuha sebagai tantangan untuk mendapatkan hadiah minuman keras adalah tindakan tercela yang tidak patut dilakukan.
Pentingnya Menjaga Etika dalam Promosi
Maman menegaskan bahwa kegiatan promosi harus memperhatikan etika, norma agama, dan nilai-nilai sosial yang berlaku. Kebebasan berkreasi dan pemasaran tidak boleh mengabaikan sensitivitas keagamaan. Politisi PKB ini mendesak penyelenggara acara dan pelaku promosi untuk memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara terbuka.
Ia juga menekankan pentingnya agar kasus ini menjadi pelajaran untuk seluruh penyelenggara acara dan tim pemasaran dalam ruang publik. Menurutnya, nilai agama tidak boleh dikorbankan demi viralitas atau perhatian publik. Segala kegiatan promosi harus tetap beretika dan menghormati norma agama tanpa melanggar nilai-nilai sosial yang ada.


