33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeBeritaPakar Merasa Paling Pintar, Mengapa Malah Jadi Goblok?

Pakar Merasa Paling Pintar, Mengapa Malah Jadi Goblok?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan keinginannya agar tidak ada rakyat Indonesia yang kelaparan, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah tanpa asupan makanan. Ia juga menargetkan perbaikan gizi bagi seluruh anak Indonesia agar tidak mengalami stunting maupun gangguan pertumbuhan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat, 18 September 2026. Dalam sambutannya, ia mengaitkan cita-cita tersebut dengan sumpah pengabdiannya kepada negara sejak masih berusia 18 tahun.

Prabowo mengatakan kesejahteraan rakyat dan keadilan bagi seluruh masyarakat merupakan tujuan yang ingin diwujudkannya. Ia menyebut kesediaannya untuk mengorbankan diri demi Indonesia telah menjadi komitmen sejak lama.

“Tentunya kita semua ingin Indonesia itu adil dan makmur semua. Kita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya disumpah, saya siap waktu itu 18 tahun saya siap mati untuk negara ini,” kata Prabowo.

Target perbaikan gizi anak

Presiden kemudian menyampaikan gambaran Indonesia yang ingin diwujudkannya. Menurut dia, masyarakat tidak boleh hidup dalam kondisi kelaparan, sementara orang tua juga tidak semestinya kebingungan ketika anak mereka jatuh sakit.

“Saya ingin membela bangsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera tidak ada orang lapar di Indonesia. Tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit, tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kemampuan anak-anak Indonesia. Prabowo ingin anak-anak memiliki tulang dan otot yang kuat sehingga mampu bersaing dengan anak-anak dari negara lain.

“Tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting, yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu,” katanya.

Prabowo menegaskan, cita-cita tersebut merupakan bagian dari sumpah yang ingin ia tunaikan sebagai pemimpin negara. “Itu bukan sumpah saya. Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya,” sambungnya.

Sindiran kepada para pakar

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyinggung para pakar yang kerap mengkritik program pemerintah, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan persoalan gizi anak. Ia menyampaikan sindiran tersebut setelah menjelaskan keinginannya untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak Indonesia.

“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pinternya, saking pinternya, jadi goblok,” pungkas Prabowo.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER