33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeBerita**DNA Jenazah Enggano Dicocokkan dengan Keluarga Jurnalis KM Arupadhatu**

**DNA Jenazah Enggano Dicocokkan dengan Keluarga Jurnalis KM Arupadhatu**

Proses pencocokan DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dengan sampel keluarga penumpang kapal cepat KM Arupadatu I masih berlangsung. Kepolisian Daerah Banten memperkirakan proses identifikasi tersebut memerlukan waktu sekitar dua pekan.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli A Hutapea mengatakan data antemortem dan sampel DNA keluarga yang dikumpulkan melalui posko di Banten telah diserahkan kepada Polda Bengkulu. Data itu akan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan postmortem terhadap jenazah yang ditemukan.

“Data antemortem dan sampel DNA keluarga dari posko kita di Banten sudah diserahkan ke Polda Bengkulu untuk persesuaian. Saat ini masih proses identifikasi, dan umumnya memakan waktu lebih kurang dua minggu,” kata Maruli dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis.

Jenazah sempat dimakamkan

Menurut Maruli, jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 50 tahun dan tinggi badan 163 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek selancar.

Tidak adanya warga setempat yang melaporkan kehilangan anggota keluarga membuat pihak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat sempat memakamkan jenazah itu pada malam hari.

Setelah Polda Banten dan Polda Bengkulu berkoordinasi lintas wilayah, makam tersebut kembali digali. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani autopsi serta pemeriksaan identifikasi lebih lanjut.

Proses pencocokan data DNA tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan apakah jenazah di Enggano merupakan bagian dari delapan penumpang KM Arupadatu I. Rombongan itu terdiri atas lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu.

Polda Banten dampingi keluarga

Dari delapan penumpang tersebut, enam orang tercatat sebagai pemegang kartu tanda penduduk (KTP) Provinsi Banten. Kendati demikian, Maruli tidak menjelaskan secara rinci identitas penumpang yang kemungkinan berkaitan dengan jenazah tersebut.

Maruli memastikan Polda Banten akan terus berkomunikasi dengan keluarga dan memberikan pendampingan selama proses identifikasi berlangsung. Perkembangan resmi pemeriksaan medis akan disampaikan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang menangani proses tersebut.

“Karena yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan. Yang dibutuhkan keluarga hari ini adalah informasi-informasi, karena keluarga dan kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan kita, saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan. Oleh karena itu kami akan terus menjaga komunikasi untuk berkoordinasi dengan para pihak keluarga,” ujar Maruli.

Hasil pencocokan DNA nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai identitas jenazah sekaligus menjawab apakah jenazah tersebut berkaitan dengan rombongan KM Arupadatu I.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER