Basarnas memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 hingga pesisir Kalimantan Tengah dan mendekati perbatasan Kalimantan Barat. Dua kapal dari Kantor SAR Palangka Raya, yakni Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01, dikerahkan untuk menyisir wilayah yang diduga dapat menjadi lokasi hanyutnya korban atau benda dari kapal tersebut.
Pengerahan itu dilakukan setelah Basarnas memerintahkan Kepala Kantor SAR Palangka Raya menggelar operasi SAR di pesisir Kalimantan Tengah dan wilayah sekitarnya. Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana, yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, menyampaikan langkah tersebut dalam konferensi pers perkembangan operasi pencarian hari ke-11 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu, 23 September 2026.
“Kapal RBB Palangka Raya dan RIB 01 Palangka Raya akan membantu pencarian,” kata Putu, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Pencarian diperluas setelah temuan di Seruyan
Penguatan operasi dilakukan setelah tiga korban meninggal dunia ditemukan di Perairan Seruyan, Kalimantan Tengah. Lokasi temuan tersebut berjarak sekitar 145 hingga 150 mil laut dari titik tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Menurut Putu, Perairan Seruyan sebenarnya telah termasuk dalam area pencarian sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi SAR. Namun, pencarian di wilayah itu menghadapi kendala berupa gelombang yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membatasi jarak pandang kapal-kapal yang beroperasi, sehingga benda maupun korban yang berada di permukaan perairan tidak selalu dapat diamati dengan baik.
“Sejak hari pertama hingga ketujuh operasi SAR, area di situ masuk area pencarian. Namun kondisi gelombang yang cukup tinggi membuat kapal-kapal pencari mengalami keterbatasan jarak pandang untuk mengamati benda atau korban di permukaan perairan,” ujar Putu.
Area pencarian menjangkau perbatasan Kalbar
Keterbatasan visibilitas itu membuat keberadaan korban atau benda yang dicari berpotensi luput dari pengamatan, meskipun Perairan Seruyan sudah masuk cakupan operasi. Karena itu, Basarnas mengerahkan dua kapal untuk memperlebar penyisiran sejak hari ketujuh operasi.
Pencarian kemudian diarahkan hingga mencapai perbatasan Kalimantan Barat. Perluasan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus dan hanyut lebih jauh dari lokasi kapal tenggelam.
“Karena memang masih ada ruang-ruang atau daerah-daerah yang sepertinya tidak ter-cover, karena memang keterbatasan jarak pandang dan lain-lain,” kata Putu.
Hingga Rabu, 23 September 2026 pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 136 korban telah ditemukan dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan 28 orang meninggal dunia. Sebanyak 107 korban lainnya masih dalam proses pencarian.


