33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeBeritaBasarnas Ungkap 6 Bahaya Penyelaman di KM Virgo

Basarnas Ungkap 6 Bahaya Penyelaman di KM Virgo

Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di dasar Laut Jawa belum dapat menjangkau seluruh bagian kapal. Tim SAR gabungan menghadapi sedikitnya enam kendala, mulai dari perubahan kemiringan badan kapal hingga keterbatasan waktu penyelam akibat kondisi gas di kedalaman.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum penyelam memasuki badan kapal yang terbalik. Kapal tersebut masih mengalami perubahan trim atau derajat kemiringan, sehingga stabilitasnya belum sepenuhnya dapat dipastikan.

“Kendala yang pertama yaitu masih terjadi perubahan trim atau derajat kemiringan pada kapal. Jadi, kapal ini terus berubah kemiringannya dan ini berpotensi risiko tinggi bagi penyelam apabila sewaktu-waktu stabilitasnya itu tiba-tiba berubah total, nah ini ya pasti keselamatan penyelam itu terancam,” ujar Sudayana, dikutip Senin, 28 September 2026.

Stabilitas kapal dan jarak pandang menjadi hambatan

Perubahan posisi kapal membuat penyelam harus lebih berhati-hati ketika memasuki bagian dalam. Berdasarkan keterangan Sudayana, stabilitas kapal kembali berubah saat penyelam mencoba masuk hingga sekitar 15 meter. Kondisi itu meningkatkan risiko selama penyisiran dilakukan di ruang-ruang kapal.

Hambatan berikutnya adalah jarak pandang yang sangat terbatas. Sedimen dan lumpur mulai masuk ke dalam badan kapal, sehingga penyelam kesulitan melihat lingkungan di sekitarnya. Dalam kondisi gelap dan keruh tersebut, keberadaan benda-benda tajam di dalam kapal juga menjadi ancaman tambahan karena dapat melukai penyelam.

Dengan demikian, penyelam tidak hanya harus mencari korban, tetapi juga memperhitungkan kondisi struktur dan benda-benda di sepanjang jalur masuk. Keterbatasan pandangan membuat setiap pergerakan di dalam kapal berisiko lebih tinggi.

Risiko BBM dan gas di kedalaman

Tim SAR juga mewaspadai bahan kimia yang diduga muncul dari tumpahan minyak atau bahan bakar minyak (BBM) kendaraan yang berada di dalam kapal. Sudayana mengatakan, sebagian BBM kendaraan mulai keluar. Area yang telah mengeluarkan bahan kimia tersebut tidak berani dimasuki penyelam.

“Di sana ada kendaraan, nah ini kendaraan-kendaraan ini sudah apa, BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar ya. Nah inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam, keselamatannya. Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu,” katanya.

Kendala lain ditemukan pada kedalaman sekitar 27 meter, yakni kondisi gas density. Faktor tersebut membatasi durasi penyelam berada di bawah air, termasuk ketika mereka menggunakan satu maupun dua tabung.

“Misalnya menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu dia bisa 20 menit ya. Karena pengaruh gas atau apa namanya ini, gas density yang disampaikan oleh OSC selam ya,” ujar Sudayana.

Rangkaian kondisi tersebut membuat penyelam belum dapat memasuki seluruh bagian KM Virgo Transport 8. Pencarian pun harus dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan stabilitas kapal, kondisi di dalam bangkai kapal, serta batas aman waktu penyelaman.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER